SENGKANG - Pemerintah Desa Mario turut berpartisipasi dalam rangkaian Festival Danau Tempe 2026 melalui kegiatan Sengkang Silk Fashion Carnaval yang mengusung tema “Falesu Sumangena Kabupaten Wajo”. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka Sengkang, tepatnya di depan Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Kabupaten Wajo, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Sengkang Silk Fashion Carnaval diikuti oleh seluruh 14 kecamatan se-Kabupaten Wajo dengan melibatkan desa dan kelurahan dari masing-masing wilayah. Khusus dalam pelaksanaan karnaval tersebut, tercatat 15 desa dan 4 kelurahan turut ambil bagian, termasuk Desa Mario Kecamatan Tanasitolo, dengan jumlah peserta secara keseluruhan mencapai lebih dari 2.700 orang.
Kegiatan ini berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kreativitas dari setiap desa dan kelurahan. Masing-masing peserta menampilkan dua maskot desa/kelurahan serta mengenakan busana berbahan kain sutra, sebagai salah satu kekayaan budaya dan identitas Kabupaten Wajo yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kain sutra di Sulawesi Selatan.
Keikutsertaan Desa Mario menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa dalam mendukung pelestarian budaya daerah, khususnya dalam memperkenalkan dan mengembangkan kain sutra Wajo. Para peserta dari Desa Mario tampil dengan penuh semangat dan kreativitas, membawa nama Desa Mario dalam kemeriahan Festival Danau Tempe 2026.
Berdasarkan hasil penilaian, Kecamatan Tanasitolo berhasil meraih Juara I, kemudian Kecamatan Maniangpajo, Kecamatan Belawa, dan Kecamatan Pammana sebagai peraih juara berikutnya.
Pemerintah Desa Mario menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, masyarakat, serta semua pihak yang telah mendukung keikutsertaan Desa Mario dalam Sengkang Silk Fashion Carnaval. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk terus menjaga warisan budaya, memperkenalkan kain sutra Wajo, serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan budaya daerah.